Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

Goa Pindul

Januari 22, 2014 0 Comments
Goa Pindul adalah destinasi wisata alam sungai bawah tanah ya berada di Yogyakarta. Gunungkidul? ya kabupaten yg berada di Yogyakarta yg mempunyai banyak pendatang dari dalam Negeri maupun Luar Negeri. Goa pindul yang terletak di desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul ini menawarkan wisata utama yaitu cave tubing atau penulusuran goa yang memiliki panjang 300 meter ini mengalir air di dalamnya.

Perlengkapan ktika memasuki ke dalam berupa ban dalam sebagai pelampung, pelampung badan, sepatu karet, dan pemandu. Dengan air yang tenang dan jernih pengunjung bisa menikmati keindahan goa karst ini dengan nyaman. Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona yaitu, zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.


Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja.

Ditengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

Saat kalian melakukan susur gua di Gua Pindul ini, kalian akan menemukan sebuah stalaktit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa.


Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik dan awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa. Bagi anak-anak di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya. Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.

ini adalah kegiatan outbond dari SMP 1 wonosari, gunungkidul

Selasa, 14 Januari 2014

Ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Nglanggeran

Januari 14, 2014 0 Comments
Gunung Api Purba Nglanggeran pernah aktif 30-60 juta tahun yang lalu terletak di di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian anatar 200-700 mdpl dengan suhu rata-rata 21 derajat-27 derajat Celcius, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta.


Beberapa keunikan yang ada di kawasan ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran:

1. Tanaman/pohon Termas
Tanaman ini hidup menempel di Lereng Gunung Api Purba Nglanggeran. Tanaman ini diyakini oleh masyarakat sekitar Nglanggeran mampu menyembuhkan penyakit melalui getah tanaman tersebut. Tanaman ini terbentuk menjalar dan hanya juru kunci yang dapat mengambil getah ini agar dapat digunakan sebagai obat untuk segala macam penyakit. Beberapa macam penyakit yang dapat disembuhkan oleh khasiat dari getah ini diantaranya adalah Lever, Stroke, Ambien, Batu Ginjal, Paru-paru, dan Lumpuh.

2. 7 Kepala Keluarga di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran
Di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran terdapat keunikan lainnya yang sampai saat ini masih terjaga kelestariaannya, yaitu sebuah kawasan yang hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga saja. Kepercayaan tersebut sudah turun temurun dan harus ditaati, sesuai dengan pesan dari sesepuh dari dusun Tlogo tersebut yaitu Eyang Iro Dikromo yang di percaya lokasi terbut hanya boleh di huni oleh 7 kepala keluarga. Tempat ini juga bagus untuk melihat sunrise.

3. Arca Tanpa Kepala
Arca Tanpa Kepala ini ditemukan di atas puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, tepatnya di kawasan sekitar goa putri. Saat ini arca tersebut masih terpelihara dengan baik.


4. Sumber Mata Air Comberan
Merupakan mata air yang tidak pernah mengalami kekeringan di Puncak Gunung Api Purbad. Di samping sumber comberan terdapat tempat pertapaan untuk melakukan kegiatan ritual "Prihatin". Tapak syahadatain (R.Siswolaksono) dipasang pada bulan suro 2008 oleh 9 orang.
Mereka memasang tapak syahadatain di lokasi comberan dengan melakukan ritual 3 hari 3 malam. Tempat ini di gemari wisatawan karena cuaca iklim yang sejuk dan terdapat tangga tataran yang dibuat pada zaman Jepanbg yang dulunya juga digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Air di comberan ini diyakini dapat membuat awet muda jika digunakan untuk mencuci muka.


5. Embung Kebun Buah Nglanggeran
Embung (tampungan air) Kebun Buah Nglanggeran di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba luas 0,34 Ha, digunakan sebagai pengairan kebun buah seluas 20 hektar dengan tanaman buah durian dan kelengkeng. Jenis durian yang di tanamai adalah durian durian montong dan kane. Terletak sekita 1,5 km sebelah tenggara pintu masuk kawasan ekowisata gunung api purba.


Perjalanan mencapai Puncak dan keindahan di setiap pos Gunung Api Purba

Follow Us @soratemplates